Penderita Kanker Masih Berpeluang untuk Memiliki Anak

Penderita kanker dapat menyimpan sel telurnya sebelum dia dikemoterapi, dan sangat peluang besar untuk mendapatkan anak meskipun ia telah dikemoterapi. 

Klinik yang dikelola oleh punya rencana fertility preservation, yaitu program penyimpanan sel telur bagi pasien yang terdiagnosis kanker dan harus menjalani kemoterapi. Dengan melakukan kemoterapi, biasanya sel telur pasien menjadi tidak berkualitas. Melalui program ini, pasien dapat menyimpan sel telur sebelum pelaksanaan kemoterapi.

"Jika pasien survive dan ingin mendapat keturunan beberapa tahun setelahnya, pasien dapat menggunakan sel telur yang telah disimpan tersebut," katanya.

Pasien yang membutuhkan pelayanan reproduksi berbantu tidak usah jauh-jauh berobat ke luar provinsi apalagi ke luar negeri. Hanya dengan dua kali datang (pada siklus haid hari ke-2 dan 9), pasien dapat mengetahui masalah infertilitas (ketidaksuburan)-nya.

Adanya hal ini membuat pelayanan sangat efektif dan efisient. Pelayanan yang dapat diperoleh pasien di Klinik Aster RSHS antara lain pemeriksaan kesuburan dasar pria dan wanita, konsultasi masalah gangguan haid dan hormon kesuburan, ultrasonografi (USG) kandungan, analisis sperma menggunakan computer-aided sperm analysis (CASA), pemeriksaan hormon reproduksi, bedah endoskopi kandungan (laparoskopi dan histeroskopi), inseminasi intrauterin, bayi tabung, dan salah satu pelayanan dengan teknologi yang tidak  kalah canggih adalah simpan beku embrio.

Artikel Terkait